Update Penanganan Cedera Kepala

Kepala Dinas Kesehatan, dr. Yudono, MMKes, membuka sekaligus memberikan arahan kepada peserta pertemuan update penanganan cedera kepala. (10/10/2024)

Pertemuan dengan narasumber yang kompeten, dr. Indra Damayanti,SpBS, dan Narasumber dari Polres Ngawi diikuti oleh Perawat UGD di 24 Puskesmas.

Setiap tahunnya terdapat sekitar 1,19 juta nyawa yang terancam akibat kecelakaan lalu lintas. Antara 20 dan 50 juta lebih orang menderita cedera yang tidak fatal, dan banyak di antaranya yang mengalami kecacatan.(sumber : https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/road-traffic-injuries)

Kecelakaan lalu lintas menyebabkan kerugian ekonomi yang besar bagi individu, keluarga mereka, dan negara secara keseluruhan. Kerugian ini timbul dari biaya pengobatan serta hilangnya produktivitas bagi mereka yang meninggal atau menjadi cacat akibat cedera yang mereka alami, dan bagi anggota keluarga yang harus mengambil cuti kerja atau sekolah untuk merawat mereka yang terluka. Kecelakaan lalu lintas di sebagian besar negara merugikan 3% dari produk domestik bruto mereka.


Keterlambatan dalam mendeteksi dan memberikan perawatan bagi mereka yang terlibat dalam kecelakaan lalu lintas meningkatkan keparahan cedera. Perawatan cedera setelah kecelakaan terjadi sangat sensitif terhadap waktu: penundaan beberapa menit dapat menentukan hidup dan mati. Meningkatkan layanan pasca kecelakaan memerlukan jaminan akses terhadap layanan pra-rumah sakit yang tepat waktu, dan meningkatkan kualitas layanan pra-rumah sakit dan rumah sakit, seperti melalui program pelatihan spesialis.

Diharapkan dengan pertemuan ini, petugas UGD semakin sigap, cepat dan tepat untuk memberikan pertolongan kepada korban kecelekaan lalu lintas yang mengalami cedera kepala.