Pendampingan Dokter Spesialis Anak di Puskesmas, Komitmen Penurunan AKB

dr. Rizki Sulistyanto, Sp. A. Dokter Spesialis Anak RSUD Geneng berbagi update terkini penangan kasus pada bayi untuk mengurangi Angak Kematian Bayi. (10/10/2024)

Bertempat di ruang pertemuan Puskesmas Widodaren Kecamatan Gerih, Tenaga kesehatan yang menangani pelayanan kesehatan Bayi/Balita di Puskesmas Widodaren, Geneng dan Kendal mengikuti dengan seksama update ilmu penanganan bayi yang mengalamai masalah kesehatan.

Indonesia berkomitmen untuk menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB)menjadi di bawah 12 kematian per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2030, sesuai dengan target Sustainable Development Goals (SDGs).

Secara umum Pemerintah Indonesia, melalui berbagai program kesehatan, telah berupaya mengurangi Angka Kematian Bayi (AKB) melalui langkah-langkah berikut :

  • Peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak : Termasuk akses yang lebih baik ke fasilitas persalinan, perawatan neonatal, dan vaksinasi.
  • Program KIA (Kesehatan Ibu dan Anak): Program ini berfokus pada perawatan antenatal yang lebih baik, penanganan gizi ibu hamil, dan pemberian suplemen zat besi untuk mencegah anemia pada ibu hamil.
  • Program Imunisasi Nasional: Peningkatan cakupan imunisasi dasar yang mencakup vaksinasi untuk mencegah penyakit seperti polio, campak, dan tetanus, yang berkontribusi terhadap penurunan AKB.

Meski kemajuan yang telah dicapai signifikan, Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Kesehatan masih perlu memperkuat akses ke layanan kesehatan di daerah-daerah terpencil, serta meningkatkan kemampuan petugas Kesehatan dalam menangani kasus Bayi dengan masalah kesehatan untuk mencapai target yang lebih rendah atau sesuai dengan SDGs.

Comments

One response to “Pendampingan Dokter Spesialis Anak di Puskesmas, Komitmen Penurunan AKB”