Suasana Kurnia Convention Hall, Selasa (4/11/2025), tampak ramai sejak pagi. Para pengelola website dari Puskesmas se-Kabupaten Ngawi berkumpul dalam satu forum pembelajaran: Bimbingan Teknis Pengelolaan Website Puskesmas Tahun 2025.
Kegiatan ini digelar oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi sebagai upaya memperkuat kemampuan petugas Puskesmas dalam mengelola website, yang kini menjadi wajah digital pelayanan publik di bidang kesehatan. Website Puskesmas bukan sekadar media informasi, tetapi juga sarana transparansi dan promosi program kesehatan yang menjangkau masyarakat lebih luas.
Acara dibuka dengan sambutan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, yang menekankan pentingnya peran website sebagai jembatan komunikasi antara fasilitas kesehatan dan masyarakat. “Website adalah etalase digital pelayanan kita. Dari sinilah masyarakat bisa melihat sejauh mana komitmen pemerintah daerah dalam memberikan layanan yang terbuka, informatif, dan responsif,” ujarnya.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Bidang Aplikasi dan Informatika (Aptika) serta Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ngawi. Melalui dua sesi utama, peserta dibimbing untuk memahami aspek teknis pengelolaan website serta strategi penyusunan konten informasi publik yang menarik dan sesuai dengan kaidah komunikasi pemerintah.
Dalam paparannya, narasumber Bidang Aplikasi dan Informatika (Aptika) menegaskan, “Pengelolaan website bukan hanya soal tampilan, tetapi tentang bagaimana kita memastikan informasi yang disampaikan benar, mudah diakses, dan bermanfaat bagi masyarakat“. Salah satu narasumber dari Bidang IKP Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ngawi menyampaikan, “Setiap informasi yang dipublikasikan adalah wajah dari instansi. Maka, kita harus memastikan bahwa setiap konten mencerminkan profesionalitas dan pelayanan yang berorientasi pada publik”.
Lebih dari sekadar pelatihan, bimtek ini menjadi ruang kolaborasi antara Puskesmas, Dinas Kesehatan, dan Dinas Kominfo. Peserta tidak hanya belajar cara mengelola sistem, tetapi juga diajak memahami pentingnya penyajian informasi yang akurat, mudah dipahami, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan setiap Puskesmas mampu mengelola website secara profesional dan berkelanjutan. Dengan begitu, informasi kesehatan dapat tersampaikan dengan baik, mendukung promosi kesehatan berbasis digital, serta memperkuat keterbukaan informasi publik di Kabupaten Ngawi.

