Bagaimana Gizi Saat Menghadapi Covid19


Siapapun tidak mengira kalau dunia ini terkena wabah Corona 19. Virus yang awalnya ditemukan di China tahun 2019 ini penyebarannya luar biasa cepat sehingga WHO menetapkan Covid 19 sebagai pandemi.
Menghadapi pandemi ini ada hal lain yang harus diperhatikan yaitu bagaimana kita mencegah tertular, dan bagaimana menghadapi akibat nya karena kita akan melakukan social distancing dan harus mengurangi keluar rumah. Bahkan bisa jadi nanti akan dilaksanakan kebijakan lockdown.

Akan ada kerawanan pangan yaitu Ketersediaan Pangan karena Suply akan menurun, Akses Pangan karena Penyedia bahan pangan akan banyak ditutup, Penyerapan karena bila ada yang sakit, maka akan ada gangguan peyerapan.


Yang dilakukan keluarga :
Oleh karena itu keluarga harus menyiapkan bahan pangan terutama bahan pangan pokok paling banyak, kemudian sumber protein, kemudian mendahulukan golongan rentan gizi dalam memberikan pemenuhan kebutuhan gizi


Terapkan Prinsip 4 J.

Jumlah Menggunakan bahan pangan sesuai kebutuhan, jangan berlebihan, Jenis Lauk hewani lebih prioritaskan kepada anggota keluarga rentan gizi yaitu anak, remaja dan Ibu menyusui/hamil, Jadwal Makan teratur akan lebih membuat nyaman dan meningkatkan ketahanan keluarga, Jurus Cara memasak yang baik adalah yang bisa dinikmati oleh semua keluarga. Lebih hemat

Gizi untuk ketahanan tubuh

Protein
Tulang punggung dari mekanisme pertahanan tubuh karena antibodi dan sel yang berfungsi menjaga kekebalan tubuh lainnya terbuat dari protein. Di antara jenis makanan tersebut adalah telur, susu, yogurt, keju, makanan kedelai, ikan, dan daging. Selain itu, protein berkualitas tinggi juga dapat ditemukan dalam kombinasi sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan dan kacang-kacangan.

Vitamin A
Memperkuat dan mengatur salah satu organ kekebalan tubuh yang paling penting, yaitu kulit, serta saluran pencernaan, dan paru-paru.Biasanya, makanan yang kaya dengan vitamin A adalah buah dan sayur yang berwarna oranye terang, merah, dan hijau, seperti ubi, wortel, kangkung, sayuran, paprika merah, aprikot, dan telur.

Vitamin C
Memiliki kemampuan untuk menjaga kekebalan tubuh, bahkan berfungsi sebagai yang utama. Vitamin C dapat merangsang pembentukan antibodi yang mengikat racun berbahaya sebelum menghancurkannya.
Karena tubuh tidak menyimpan banyak vitamin C, dibutuhkan asupan makanan yang kaya dengan zat ini. Beberapa buah dan sayur yang dikenal sebagai sumber vitamin C adalah jeruk, jeruk bali, jeruk keprok, stroberi, pepaya, paprika merah dan tomat.

Vitamin E
Berfungsi menunjang vitami C untuk menjaga kesehatan dan mengusir penyebab-penyebab dari luar yang dapat membuat tubuh terkena penyakit. Biasanya, vitamin E terkandung dalam biji-bijian utuh, atau sereal yang diperkaya dengan biji-bijian seperti biji bunga matahari, kacang-kacangan, dan minyak sayur.

Seng
Berperan penting dalam penyembuhan luka dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sumber seng berasal dari daging tanpa lemak, unggas, makanan laut, susu, biji-bijian, dan kacang-kacangan.Namun, hindari konsumsi suplemen seng, terlebih dengan dosis yang lebih tinggi dari yang direkomendasikan. Hal ini karena ada peneltiian yang menunjukkan seng dalam jumlah berlebih justru melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan virus dan infeksi.

Probiotik
faktanya ada beberapa jenis serat makanan yang diperlukan untuk memberi makan bakteri bermanfaat ini. Karena itu, selain yogurt dan kefir, konsumsilah makanan berserat tinggi seperti sayuran, buah, biji-bijian, dan kacang-kacangan yang mampu menambah dorongan untuk daya tahan tubuh yang lebih besar dari pencernaan yang sehat.

Mari jaga kesehatan kita dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan stay at home…

Penulis : Agus Sri Wardoyo
Ketua DPD Persatuan Ahli Gizi Indonesia JATIM, Relawan BSMI

Leave a reply